“Mega Bencana Akan Tiba”

ketika penulis sedang berjalan-jalan di kawasan daerah pertokoan, secara tidak sengaja penulis melihat sebuah majalah yang bertuliskan “Mega Bencana Akan Tiba?”. Wuih, tampa pikir2 penulis langsung membeli majalah tsb. Lagi-lagi membahas tentang Bencana.. Rasanya sudah cukup banyak pembahasan hal ini. Tapi mau bagai mana. Bumi memang berada dalam sebuah siklus yang di ramal bahkan dipastikan oleh kalangan ilmuwan dan kaum futurolog, akan penuh bencana. Salah satu pemicu disebabkan oleh apa yang disebut dengan pemanasan global, sehingga kondisi bumi pun semakin labil karenanya. Uniknya, Protokol Kyoto yang menjelaskan tentang topik Pemanasan Global itu akan berakhir pada tahun 2012 mendatang. Tahun yang sama, sekaligus juga ditandai sebagai tahun “Penghancuran Bumi” (Subhanallah), seperti yang diramalkan dalam Kalender Maya. Para ilmuwan percaya penuh bahwa kalender kuno tersebut memuat sebuah perhitungan yang diperkirakan dengan sangat akurat. Jadi intinya, bumi akan tiba di masa akhir alias kiamat?
Dalam skup yang lebih kecil, yakni khusus menyoroti Indonesia, jawaban pertanyaan diatas bisa jadi telah menunjukan tanda-tanda yang semakin jelas. Bencana yang datang bertubi-tubi memang seakan-akan telah membuat anak bangsa ini mengalami suatu “KIAMAT”, walaupun itu belum dalam pengertian yang sebenarnya.
Prespektif gaib seseorang paranormal juga menyebutkan bahwa gempa yang mengguncang Bengkulu baru-baru ini merupakan suatu pertanda yang akan mengiringi sebuah bencana besar, yang akan kembali melanda Indonesia tercinta ini. apakah ini yang disebut mega bencana itu?
Ternyata, jawabannya masih harus menunggu pada saat dengan pertanda “rembulan penuh,” Bila saat ini tiba, maka Jakarta sebagai ibu kota negara akan luluh lantak dilanda gempa dan tsunami. Bagaimana mungkin? yang penulis ketahui bahwasaannya Jakarta adalah kota yang relatif aman dari gempa dan tsunami.? kita semua berharap begitu. Tapi, berdasarkan isyaroh gaib yang diterima seorang Kyai yang telah mencapai derajat sebagai Mursyid, sungguh jelas tergambar pertanda bahwa ibu kota Indonesia memang tak bisa luput dari ancaman bencana. Seperti apa?
Yang pasti, tak ada seorang pun yang bisa meramalkan kapan bencana akan datang, dan seperti apa kehebatannya, karena itulah, yang bisa kita lakukan adalah selalu bersikap penu kewaspadaan, tawakkal, serta selalu berdoa dengan segenap ketulusan hati agar bencana tak lagi datang mendera.

Sebelumnya penulis mohon maaf, disini penulis bukan bermaksud menakut-nakuti, akan tetapi penulis hanya ingin menuangkan topik cerita yang ada dimajalah tsb. Pastinya kita berharap tidak ada lagi bencana. Tapi penulis bermaksud agar kita selalu ingat, bahwa kita ini hanyalah manusia ciptaan Allah. dan bersyukurlah kpd pembaca karna secara tidak langsung tulisan ini memberi hikmah, pengetahuan dan hidayah agar bisa lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Allah.swt tidak akan pernah menutup pengampunannya kepada orang yang benar2 ingin bertaubat. Allahuakbar.

2 comments on ““Mega Bencana Akan Tiba”

  1. Ya, kita jangan selalu reaksi negatif terhadap futurolog, peramal, dsb. Jika kita mau mengambil hikmah, maka ramalan akan kita jadikan pengingat dan warning agar selalu eling dan waspada. Selalu mengkoreksi diri akan kesalahan kita pada sesama dan terhadap alam semesta. Bencana dan musibah lebih baik kita pahami sebagai bentuk teguran dan peringatan Tuhan agar kita lebih pandai mensyukuri nikmat dan segala anugrah Tuhan. Semakin kita mampu evaluasi diri, mungkin musibah yg akan terjadi bisa diantisipasi paling tidak mendapat dispensasi. Kodrat mungkin masih ada jalan untuk diwiradat. Merubah nasib adalah tugas kita sendiri. Sayang sekali saat ini orang cenderung membabi-buta menganggap segala musibah dan bencana sudah takdir mutlak. Sehingga di satu sisi manusia justru tak pernah merasa diri bersalah, jiwanya semakin ndableg, besar kepala dan tak pernah mawas diri. Di sisi lain seolah Tuhan teramat kejam, memberi “cobaan” setiap saat. Saya lebih suka memahami hakekat Tuhan benar2 Rabbul alamin. Mayoritas kesengsaraan, musibah, bencana, penderitaan, di muka bumi ini adalah murni ulah manusia sendiri yang salah dalam mengelola “rahmat lil alamin”.
    salam sejati

    sabdalangit’s web

Silahkan Berkomentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s