Bertengkar ada seninya

couple_fight.jpgKali ini penulis mengambil tema tentang bertengkar, karena dalam hubungan manusia pertengkaran memang sulit dihindari. Bagai manapun perlu diupayakan agar pertengkaran tidak membuat hubungan menjadi makin buruk, atau malah menimbulkan dendam. Bertengkar pun ada seninya, setidaknya ada beberapa hal yang perlu di hindari:

  • Tidak menyerang pribadi

Usahakan membatasi pertengkaran hanya pada masalahnya. bia melebar apalagi melibatkan emosi, tidak jarang pelaku jadi kehilangan kendali. misalnya, A berlibur dengan menginap di hotel, tetapi A ingin berkunjung ke sanak keluarga di luar kota. Tiba-tiba B mengatakan, “Kamu memang egois, hanya mengutamakan kepentingan sendiri!” Celakanya, si A membalas, “Justru kamu yang gak suka lihat orang senang!” Mereka udah melenceng dari persoalan utama dan akan mengundang pertengkaran yang kian parah.

  • Meribuatkan kesalahan masa lalu

Kalimat, “Gara-gara kamu dulu”, “Coba dulu kamu tidak”,  “inilah akibat dari kamu yang”. Hal yang satu ini akan menambah luka lama. biasanya, orang yang dipersalahkan pun akan membela diri atau membalas menyakiti. Maka dari itu pertengkarang tidak akan ada habis-habisnya.

  • Menggunakan kata dan bahasa yang menusuk

Misalnya “Dasar Goblok”, “Kepalamu”, “Kampungan!”  dan lain lain. Hinaan semacam ini membuat orang memberikan dua reaksi, yakni mundur dengan perasaan terluka atau melawan dengan hinaan yang tak kalah tajam.

  • Menggunakan kata-kata “ekstrem”

Misalnya, “Kamu selalu begitu”, “Kamu tidak pernah”, atau “Kamu sama sekali”, dengan bernada keras dan memberi kan pandangan yang tak sedap, (kecuali emang orangnya bentuknya begitu Allahualam ^_^). Kata-kata tersebut belum tentu sesuai dengan fakta, karena meniadakan hal-hal positif yang mungkin sudah dilakukan lawan bicara selama ini

  • Menyalahgunakan rahasia

Pada saat hubungan sedang legang dan memuncak akibat dari pertengkaran, ada dorongan untuk menyerang titik-titik lemah lawan bicara yang biasanya berupa rahasia dan kelemahannya. Akibatnya. bukan hanya terluka, ia juga tak mampu percaya lage.

Nah.. sumber ini penulis dapatkan dari pengalaman pribadi dan dibantu oleh media tertulis yang pernah penulis baca. Ternyata, membaca dan menulis emang paling mengasyikan, selain dapat menambah wawasan, menulis juga dapat memberi dampak positif pada otak sebelah kiri. nah, kata mas Tanto wiyahya, kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. nyambung ga sih? hi..hi..hi..hi..  

3 comments on “Bertengkar ada seninya

Silahkan Berkomentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s