Pembatasan Premium dan Isyu Kenaikan BBM

beli-minyak.gifck..ck..ck.. Lagi-lagi BBM. Masyarakat sangat membutuhkan BBM, hingga pemerintah menaikan harga tapi kita tidak bisa apa-apa, semahal apapun BBM tsb, mau tidak mau kita harus menerima keputusan itu. Selain harga yang melambung tinggi, juga terjadi kelangkaan BBM karna pembatasan supply selain itu meningkatnya kendaraan yang dimiliki masyarakat. Menurut catatan surat kabar yang penulis baca, sejak pekan lalu sudah terjadi kelangkaan BBM di hampir seluruh daerah di Indonesia. Ironisnya, kelangkaan juda terjadi di daerah penghasil BBM, Seperti Pekanbaru, Jambi, Medan, Sumatra Selatan, dan Bangka Belitung. Padahal, sepengetahuan penulis daerah tersebut dikenal luas sebagai daerah penghasil migas bahkan untuk kebutuhan ekspot ke Negara luar. Di Sumatera, baik daratan maupun lepas pantai, terdapat puluhan bahkan ratusan sumur migas yang berproduksi setiap hari. CPI (Chevron Pasific Indonesia) saat ini bahkan mengoperasikan lebih dari 100 sumur minyak di Riau daratan dan Natuna. Tetapi masyarakat di daerah itu masih saja kesulitan BBM.

Ngantri

Balikpapan dan Samarinda juga terjadi antrian BBM yang cukup panjang. Padahal semua juga tau kalo kedua daerah itu dikenal sebagai ladang migas yang luas yang di operasikan oleh PT. Pertamina dan Caltex. Tidak ketinggalan Kal-Sel dan Kal-Teng, sejak pekan lalu masih terjadi antrian yang lumayan ngeBTin di arena SPBU. Terutama pada bahan bakar Premium dan minyak tanah. Udah lah langka, eh sempet-sempetnya penjual minyak eceran nimbrung antri untuk menjadi reseller BBM dengan harga yang membuat kepala mengahadap ke atas. Makin kacau dah ni Negara.

Penulis pernah bertanya kepada salah satu pekerja SPBU.

Penulis: “Mas, Kok sekarang Premium makin sulit ya?”

PekSPBU: “Iya nih mas, Sekarang sudah dibatasin”

Penulis: ” Kira-kira, ada bau tentang kenaikan harga lagi ga? ”

PekSPBU: “Kayanya iya mas, mungkin Premium akan naik hingga Rp.6500”

Penulis lumayan kaget mendengar perkataan PekSPBU itu, ga tau bener apa ngak BBM bakal naik, tapi itu yang dikatakan Orang SPBU. Diluar kenaikan, Pekan ini, Semakin hebohnya isyu tentang pembatasan premium mulai 1 januari 2008. Pemerintah mengatakan konsep pembatasan premium bagus dan tepat, tidak akan terjadi kelangkaan seperti sekarang ini. Tapi lagi-lagi masyarakat tidak setuju dengan konsep tersebut. hingga terjadi unjujk rasa di Bundaran HI jakarta pada hari jumat kemarin. Dalam rangka peringatan Hari Ibu, mereka menuntut pemerintah lebih memerhatikan nasib rakyat kecil, yang masih rawan pangan, terutama anak-anak dan ibu menyusui, guna menekan tingkat kematian ibu dan bayi.

Entah apa yang terjadi pada Negara tercinta ini, apakah ini kesalahan rakyat atau pemerintah. Hanya Tuhan lah yang lebih tau segalanya. Seperti biasa, Kalo ada yang lebih mengerti atau lebih tau tentang permasalahan ini,tolong bantuin di komen yah.. terimakasih (resah sah sah sah)

7 comments on “Pembatasan Premium dan Isyu Kenaikan BBM

  1. Semestinya pemerintah tidak perlu membatasi penjualan BBM. Seharusnya, tingkatkan supsidi rakyat kecil. terus, hapuskan yang namanya credit kendaraan yang membuat semua mudah untuk meraih dan di cekik kembali. ini namanya, memberi kemudahan tapi membodoh2i. ah tidak ada habis2nya negara kita. Ya Allah, selamatkan negara kami….

  2. Saya sangat tidak setuju dengan pembatasan BBM ini.. Semakin sengsara masyarakat jika ada pembatasan. semuanya jadi kacau. apalagi sampe sempat naik. makin kacau dan rusak.

  3. Apa-apaan ini!! Bisakah skali-kali anda coba menghargai keputusan pemimpin. bukanya kita harus patuh kepada Tuhan dan pemimpin. Negara kita begini karna rakyat yang tidak mengerti apa yang ia katakan. sudah lah, kita liat saja apa maunya pemimpin. toh ini sudah kodratnya!?

  4. Anda benar saudara saipuddin. Tapi ingatlah, Negara kita adalah negara demokrasi!! apakah anda bisa mencakup arti demokrasi itu?

  5. kalo menurut saya sih mengacu pada tulisan mas arief diatas..ya urusan perminyakkan…sebaiknya nggak usah dikait-kaitkan dengan Tuhan lah…toh belum tentu yang bertentangan dengan pemimpin itu selalu bertentangan dengan Tuhan.

  6. saya sangat mendukung kenaikan BBM. bukan saatnya lagi kita menuntut tetapi sekaranglah pemerintah harus terus menguras kantong nya untuk mensubsidi sang pemilik mobil dan motor yang sampai sekarang beredar dimana – mana.
    masa bisa beli kendaraan tapi ngeluh sama kenaikan BBM..??
    malu dong sama orang2 miskin yang selalu mensubsidi kalian.

Silahkan Berkomentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s