ISLAM VS HUMOR

Karikatur Nabi Mohamad yang diterbitkan koran Denmark awal 2006 membangkitkan amarah besar  dunia Islam. Demonstrasi besar-besaran terjadi, bahkan sampai jatuh korban tewas. Karikatur ini dianggap sebagai serangan langsung terhadap agama Islam. Padahal di negara barat, karikatur ini justru dianggap lelucon kebebasan berpendapat. Meskipun sempat ribut-ribut, karikatur ini ada juga hasilnya: muncul perdebatan dengan pertanyaan apakah orang Islam punya rasa humor. Jawabannya, ya tentu saja! Dan humor mengenai agama boleh-boleh saja.

Cercaan
Seorang kolumnis asal Turki, Funda Müjde bisa marah. Gagasan bahwa orang Islam tidak punya rasa humor adalah cercaan. Tetapi ia baru marah ketika orang mengaitkan dugaan orang Islam tidak punya rasa humor dengan ribut-ribut soal karikatur nabi Mohamad, awal tahun ini. Seolah-olah karikatur Nabi Mohamad yang membuat banyak orang marah itu dipakai sebagai tolok ukur rasa humor umat Islam. Ribut-ribut soal karikatur ini, menurut Funda Müjde harus dilihat dalam konteks ketegangan yang sudah ada di dunia sekarang.

Funda Müjde: “Ini yang membuat saya marah. Tidak sadar akan perasaan orang lain, memicu serta provokasi dan secara sadar ingin menyinggung perasaan, lalu datang dengan argumen: Ya, mereka tidak paham kadar humornya. Dan kami tahu apa yang baik untuk mereka. Hidup kita sangat mewah dan inilah masalahnya. Kita tidak emosi lagi. Karena itu kita mendapat sebuah mainan boneka baru dan itu adalah Islam dan terhadap Islam kita bisa bertindak seenaknya.”

Kaidah humor
Walau begitu, sebagai seorang pemain kabaret, Funda juga membuat lelucon tentang umat Muslim. Itu bisa, karena menurutnya ia berpegang pada kaidah humor. Dan itulah yang menurut Funda kaidah terpenting, humor pada dasarnya tidak akan lucu kalau harus mengorbankan kalangan bawah, kecuali kalau pelawaknya berasal dari kelompok itu juga. Jadi yang penting adalah siapa yang membuat lelucon dan untuk siapa lelucon tersebut.

Funda Müjde: “Ini seperti orang Yahudi membuat lelucon mengenai mereka sendiri, juga untuk berdamai dengan warisan Perang Dunia Kedua. Sebagai seorang perempuan asal Turki, yang taat atau tidak dalam menjalankan Islam, saya bisa membuat lelucon. Orang akan memaafkan saya. Tetapi jika saya perempuan barat, tentu saya tidak bisa membuat lelucon seperti itu. Paling sedikit tidak pada saat ini”.

Adakah humor Islam? Tidak, kata Eildert Mulder seorang pakar Arab dan jurnalis.

Eildert Mulder: “Masalahnya kita cenderung melihat dunia Islam sebagai suatu dunia seragam. Padahal di dalam Islam ada banyak variasi. Jika kita membandingkan seorang Mesir dari Kairo dengan warga Kuwait, maka akan terlihat dua dunia yang berbeda. Perbedaannya lebih besar dari perbedaan Italia dan Inggris. Jadi tentu saja banyak lelucon dalam dunia Islam karena banyak ketegangan. Dan dibutuhkan humor untuk bertahan hidup, khususnya dalam dunia islam.”

Bila kita ingin membuat humor Islam, maka sebenarnya lebih banyak persamaan katimbang perbedaannya, demikian Funda Müjde. Misalnya, umat islam membuat lelucon mengenai perempuan, perempuan berambut pirang yang bodoh, khususnya. Tetapi menurut Eildert Mulder ada satu perbedaan yang sangat nyata.

Peka
Eildert Mulder: “Mungkin lelucon tertentu mengenai agama. Walau begitu, Iran masih bisa mengolok-olok mullah mereka. Leluconnya mungkin akan sama, kalau tidak ada mullah, akan tetapi ada pastor Katolik. Kalau seseorang studi lanjut ke Mesir, lelucon mengenai pemimpin agama Islam dan pemimpin agama Nasrani, banyak persamaannya.”

Walaupun agama sangat peka untuk dipakai sebagai humor, tetapi kita tetap saja bisa membuat humor kata Funda Müjde. Karena itu agama juga dipakai sebagai bahan pementasan kabaretnya.

Funda Müjde: “Saya pikir: sekarang agama sangat disukai orang! Karena agama, orang mengangkat senjata untuk membunuh! Waktu pertama kali saya datang ke Belanda, teman sekelas saya bertanya:Hé Allah itu di mana? Di manakah Allah kalian? Apakah ada di bawah meja? Ketika itu saya berpikir; mengapa saya harus datang ke Belanda? Kemudian saya berkata, Allah – hmm, apakah anda datangkan saya ke Belanda untuk membuat iklan bagi anda? Begini, sebagai orang terkenal di Belanda, saya juga tidak bisa dengan leluasa menonton film biru, jadi kalau nonton itu saya pakai burka…”.

Demokrasi
Juga di dunia barat agama masih sangat peka. Contohnya saja klip musik penyanyi kenamaan Madonna. Dalam film “Like a prayer” Yesus digambarkan sebagai seorang pria berkulit hitam. Dikesankan seolah-olah Madonna mengadakan hubungan intim dengannya. Klip tersebut dilarang diputar di beberapa negara, sesuai keputusan hakim. Menurut Funda, ini bisa saja disamakan dengan kepekaan kaum muslim terhadap karikatur Nabi Muhammad. Hanya di negara barat ada undang-undang, sehingga bila terjadi masalah, bisa dibawa ke pengadilan. Kalau begitu pengadilan bisa menyatakan seseorang benar, atau justru tidak. Sejauh itu, kebanyakan negara islam belum ada undang-undang seperti ini, demikian Müdja. Menariknya, soal karikatur Nabi ini tidak dibawa ke pengadilan.

Funda Müjde: “Perlawanan mereka agar lebih banyak soal hak-hak dasar dan untuk demokrasi. Misalnya mereka boleh memilih siapa. Di situlah perjuangan mereka. Apakah kalian berpikir mereka menunggu lelucon kita mengenai seks dan agama? Apakah kita juga akan membantu mereka dalam perjuangan ini? Tentu saja tidak! Parahnya lagi, kita merongrong demokrasi mereka, untuk menjadikan barat sebagai teladan, karena justru kalangan radikal, serta kelompok fundamentalis akan berkata; lihat saja! Apakah kalian ingin memasukan dunia barat yang tidak bermoral ke negara kami? Tidak bakalan!

Provokasi
Karikatur pada koran Denmark hanya merupakan provokasi, demikian Funda. Pada akhirnya tidak menghasilkan apapun. Tetapi Funda tetap optimis. Karena satu yang ia tahu; pada suatu ketika kita semua bisa tertawa membuat lelucon mengenai Paus dan Mohamad.

(sumber)

8 comments on “ISLAM VS HUMOR

  1. KARIKATUR..salah satu karya seni yang sudah dikenal banyak oleh orang baik di indonesia maupun dibelahan dunia lainnya. Tidak dapat kita pungkiri bahwa karikatur itu sendiri kebanyakan menggambarkan suatu subjek yang lucu dan tidak jarang juga mengandung kritikkan dan ejekkan. Nah kita sebagai umat islam saja tidak di perbolehkan menggambarkan Nabi Muhammad apalagi mengkarikaturkannya dengan maksud tertentu baik utk humor atau pun yang serius. Kira2 donk kalo mau nyeni/ngelawak, Tukul Arwana aja nggak pernah bawa2 agama. Di Indonesia sendiri sejarah penyebaran agama islam di gabungkan dengan kesenian aja pernah kok waktu Zaman Kewalian oleh Soenan Kalijaga melalui kesenian tradisional wayang. Tapi tidak pernah menggambarkan sosok nabi dengan menggunakan wayang kulit. Gue jadi emosi juga jadinya baca artikel ini..udah ahh entar panjangan coment gue daripada artikelnya

  2. Mereka tu sirik sama islam yang sampe saat ini tetap jaya. mari kita tunjukan bahwa kita yang terkuat, mereka selalu buat onar dan bikin marah saja

  3. Islam dan humor (karikatur) sangat jauh bertolak belakang arti dan faedahnya, islam adalah religi dan humor (karikatur) adalah sfesifikasi hidup…jadi tinggal masing-masing individu aja yang harus bisa menempatkan antara humor (karikatur) dan Islam sesuai dengan konteks yang sebenarnya. Islam itu universal, kita sebagai umat muslim jangan sampai terprofokasi oleh tindakan atau aksi dari pihak lain yang mengatas namakan religi atau agama tertentu…Islam tetap yang terbaik dan Di akui oleh 4JJI SWT. surga adalah balasan nya….amin

  4. Saya jadi heran,

    Kenapa muhamad tidak boleh di karikatur kan? Emangnya salah?
    Dia kan gak ada lagi di dunia ini, kenapa kalian nya yang marah sih.

    Kalau beriman itu mbok ya dewasa sedikit.

  5. “Saya jadi heran,

    Kenapa muhamad tidak boleh di karikatur kan? Emangnya salah?
    Dia kan gak ada lagi di dunia ini, kenapa kalian nya yang marah sih.

    Kalau beriman itu mbok ya dewasa sedikit.” <— seandainya kamu tau apa yang terjadi kelak, maka kamu pasti akan mengerti mengapa semua ini terjadi, kami cinta Nabi dan Agama kami jadi kamu jangan sok teu bozz

  6. Kok pada ngeributin masalah sepele sih? Saya seorang monothies, dan saya tidak pervaya pada Tuhan yang kerjanya cuma ngurusin segala tindakan manusia…. jadi ya bebas-bebas aja selama tidak saling merugikan, yang jelas semua ada tanggung jawabnya. Masalah karikatur kalo udah ngerugiin Islam, ya salah juga. Tapi wong Islamnya juga jangan tertutup gitu dong, bikin kita takut. Dikit2 marah. Santai dikit bisa g? Biar kita bisa ngobrol baik-baik….

  7. “Saya jadi heran, Kenapa muhamad tidak boleh di karikatur
    kan? Emangnya salah? Dia kan gak ada lagi di dunia ini, kenapa
    kalian nya yang marah sih. Kalau beriman itu mbok ya dewasa
    sedikit.” <— komen d atas adalah kata2 salah seorang pembuat
    onar yang memprovokasi… sampai kiamatpun orang2 seperti dia akan
    tetap ada dimuka bumi ini, tinggal bagaimana menghadapi omongannya
    aj..

Silahkan Berkomentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s